KEMISKINAN ADALAH MASALAH KITA BERSAMA !!

Indonesia saat ini sedang berduka, apakah ini ujian dari yang maha kuasa untuk pemimpin kita? Karena, semenjak Bapak Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) memimpin negeri ini, bencana silih berganti melanda negeri ini, baik bencana alam maupun bencana yang lainnya. Dan bencana yang sedang berkembang saat ini adalah bencana kemiskinan. Itulah bencana yang meghalangi tujuan negara kita yakni mencapai sebuah kesejahteraan. Kita tak usah melirik bencana itu terlalu jauh, kita lirik saja negeri kita sendiri yaitu Banten atau dalam ruang lingkup yang lebih sempit lagi Kota Serang.

Pada tanggal 18 Maret 2008 Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jendral (Purn) Wiranto, mengunjungi salah satu desa yang berada di Kota Serang, Kampung Masigit Tegal, Desa Priyayi, Kecamatan Kasemen. Beliau mengunjungi desa tersebut dengan tujuan “Pendekatan Kemanusiaan”, katanya. Dan wiranto mencicipi nasi aking yang disuguhi oleh seorang janda yang memiliki 5 orang anak (solihah). Tetapi, ada kontroversi yang sangat hebat, ketika wiranto mengunjungi desa tersebut, ada yang berpendapat bahwa kunjungan Wiranto itu hanyalah bagian dari kampanye menjelang pelaksanaan Pilpres 2009. Dan wiranto pun membantahnya. Tindakan yang Wiranto lakukan semata untuk merasakan dan mengetahui langsung pola kemiskinan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, ungkapnya.

Untuk menyikapi hal tersebut, sebenarnya kita tak perlu mempermasalahkannya terlalu jauh dan tak perlu diperdebatkan. Masalah kemiskinan bukan bahan perdebatan. Jika kemiskinan terus-menerus diperdebatkan, kapan masalah itu akan selesai. Seharusnya, masalah ini kita selesaikan bersama dan jangan pernah menyalahkan pemerintah yang sedang berkuasa. Karena pemerintah pun masih banyak permasalahan yang harus mereka selesaikan. Janganlah kita memandang tindakan wiranto tersebut dengan sebelah mata, jika tujuan wiranto itu baik, kenapa harus diperdebatkan? Seharusnya, kita ambil nilai positif yang terkandung didalamnya, jangan hanya melihat sisi negatifnya saja. Jika kita terus-terusan memndng sesuatu itu dari sisi buruknya saja, kapan masalah di negeri ini akan selesai. Jadikanlah aksi yang dilakukan wiranto tersebut sebagai cermin kita untuk menatap kedepan, sebagai bahan evaluasi pemerintah kita untuk lebih memperhatikan rakyat kecil. Jika Banten ingin sejahtera, gampang saja? Berantaslah kemiskinan mulai saat ini. Sebab kemiskinan adalah sumber dari segala sumber masalah yang ada. Baik masalah pendidikan, ekonomi, budaya, dan lain-lain. Jika seseorang itu miskin, maka apapun akan dilakukannya, baik cara yang dilarang oleh agama maupun yang tidak dilarang agama. Seperti, karena dia tak punya uang, maka dia akan mencari segala cara agar dia mendapatkan uang, caranya mungkin bisa dengan memunguti barang bekas untuk dijual atau bahkan bisa dengan cara mencuri yang sebenarnya itu tindakan yang tak perlu dilakukan. Jika dia miskin, maka orang tersebut tidak dapat bersekolah sebagaimana kebanyakan orang, karena dia tak punya uang untuk sekolah. Dan orang itu akan menjadi bodoh, generasi penerus pun menjadi berkurang.

Kemiskinan adalah masalah kita bersama, siapa saja boleh membantu untuk meminimalisirnya. Karena pemimpin pun hanya manusia yang memiliki 2 tangan, yang tidak akan mampu jika tanggungjawabnya itu dikerjakan sendiri. Jika kita hanya mengandalkan pemerintah yang sedang berkuasa saat ini, mungkin masalah kemiskinan itu tidak akan rampung. Sebab pejabat atau wakil rakyat yang sedang duduk di kursi pemerintahan saat ini kebanyakan sudah tak peduli lagi terhadap rakyatnya, tapi itu mungkin tidak semuanya. Mungkin itu hanya oknum-oknum tertentu saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan itu tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah kita, seakan-akan tak kunjung padam. Yang pertama, pemerintah yang kurang bertanggungjawab, dia terlalu mementingkan kepentingan dia sendiri, mereka hanya mengutamakan citra dia di depan publik. Yang kedua, kursi pemerintahan dianggap oleh para pejabat kita sebagai lahan untuk memperkaya diri. Jadi, di hati para pejabat kita belum terdapat jiwa pemimpin yang bertanggungjawab. Mereka menganggap rakyat adalah dayang-dayang mereka yang setiap saat harus melayaninya. Jadi, mereka belum memahami konsep demokrasi yang sesungguhnya. Konsep demokrasi yang sesungguhnya adalah pemimpin melayani rakyat, bukan rakyat melayani pemimpin.

Sebenarnya jika para wakil rakyat telah memahami konsep demokrasi yang sesungguhnya, maka rakyat tidak akan terlantar seperti ini. Banyak sekali saudara-saudara kita yang terlantar di jalanan. Mereka mencari uang di jalan untuk mempertahankan hidup. Bahkan jalan menjadi tempat tidur yang empuk bagi mereka. Apakah kita akan membiarkan saja saudara-saudara kita terlantar seperti ini? Apakah kita hanya akan menonton kesengsaraan mereka?

Jadikan kemiskinan ini sebagai masalah utama yang harus kita selesaikan bersama atau setidaknya kita minimalkan, terutama di Banten. Mari satukan langkah kita dan gapai cita-cita kita dengan cara terjun ke lapangan untuk melihat langsung peristiwa yang terjadi dan ulurkan tangan kita ketika melihat itu semua. Janganlah menyerah pemimpinku, teruslah berjuang demi tercapainya sebuah perubahan yang kita harapkan.