KOMUNIKASI DAN PERUBAHAN SOSIAL

Dewasa ini, istilah komunikasi begitu populer. Sebab, komunikasi memang tak akan lepas dari kehidupan kita sehari-hari, mau tidak mau kita harus berkomunikasi. Komunikasi itu sendiri adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari Komunikator kepada komunikan melalui media tertentu dan saling mempengaruhi diantara keduanya. Menurut Harold D. Lasswell, salah seorang peletak dasar Ilmu Komunikasi menyebutkan bahwa ada tiga fungsi dasar yang menjadi penyebab, mengapa manusia perlu berkomunikasi: Pertama, hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya. Kedua, upaya manusia untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ketiga, upaya melakukan transformasi warisan sosialisasi.

Sebagai makhluk sosial, komunikasi merupakan hal yang paling dekat dengan kita. Artinya, kita sebagai makhluk sosial pasti membutuhkan orang lain untuk berkomunikasi dengan kita dan kita dalam berkomunikasi dapat berbagi pikiran, informasi dan pengetahuan. Dalam menyampaikan pesan, kita harus dapat mengolah pesan tersebut agar pesan tersebut dapat tersampaikan kepada penerima pesan kita. Jika pesan tersebut tidak tersampaikan atau pesan yang kita maksudkan tersebut tidak sesuai dengan penangkapan penerima pesan kita, maka akan terjadi mis-komunikasi.

Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap dalam masyarakat itu yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial.

Masih banyak faktor-faktor penyebab perubahan sosial yang dapat disebutkan, ataupun mempengaruhi proses suatu perubahan sosial. Kontak-kontak dengan kebudayaan lain yang kemudian memberikan pengaruhnya, perubahan pendidikan, ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, penduduk yang heterogen, tolerasi terhadap perbuatan-perbuatan yang semula dianggap menyimpang dan melanggar tetapi yang lambat laun menjadi norma-norma, bahkan peraturan-peraturan atau hukum-hukum yang bersifat formal.

Perubahan itu dapat mengenai lingkungan hidup dalam arti lebih luas lagi, mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola keperilakuan, struktur-struktur, organisasi, lembaga-lembaga, lapisan-lapisan masyarakat, relasi-relasi sosial, sistem-sistem komunikasi itu sendiri. Juga perihal kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial, kemajuan teknologi dan seterusnya.

Terjadinya perubahan-perubahan sosial tersebut dianggap sebagai suatu hal yang wajar dan akan terus berlangsung sepanjang manusia masih berinteraksi dan bersosialisasi dengan manusia lain. Sekarang kita dapat melihat, bahwa komunikasi dan perubahan sosial itu keduanya akan saling berkaitan. Dengan komunikasi kita akan menemukan perubahan-perubahan sosial yang terjadi.

Di zaman yang serba canggih ini, kemajuan IPTEK sudah jadi makanan sehari-hari kita, artinya kita sudah tidak aneh lagi dengan itu semua. Perkembangan IPTEK pun dapat menimbulkan perubahan sosial, misalnya dengan adanya komputer kita tak perlu berlama-lama untuk menyelesaikan tugas kita, seperti membuat laporan atau sejenisnya. Dulu, ketika masih menggunakan mesin ketik, kita perlu waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan sebuah laporan itu, tetapi ketika komputer ada kita tak perlu susah-susah untuk menyelesaikan itu semua. Dengan adanya komputer, pekerjaan-pekerjaan kita dapat terselesaikan dengan baik dengan cepat.

Created by: bagus_kamal